Seperti personal blog pada umumnya. Ti reyki jang balaréa

Showing posts with label Virus. Show all posts
Showing posts with label Virus. Show all posts
Infectious Laryngotracheitis (ILT) adalah infeksi virus pada ayam, burung dan burung-burung merak ditandai dengan peradangan catarrhal hemoragik fibrinous dari saluran pernapasan. Hal ini diwujudkan dalam bentuk laryngotracheal dan konjungtiva. Dalam bentuk laryngotracheal, sesak napas, rales dan batuk yang diamati. Kepala dan leher yang kuat diperpanjang ke depan dan ke atas selama inspirasi.

http://www.worldpoultry.net/

Mantel lendir laring dan trakea yang meradang. Kebanyakan wabah ditemui antara usia 4 dan 14 minggu meskipun penyakit ini mempengaruhi unggas dari segala usia. ILT disebabkan oleh virus herpes yang relatif kebal.

Tingkat morbiditas LT mencapai 50-70% dan tingkat kematian: 10-20%. Seringkali, itu berlangsung sebagai infeksi rumit setelah keterlibatan E. coli, St. aureus, M. gallisepticum dll.

Dalam beberapa kasus, gips dari hemoragik atau eksudat fibrinous terbentuk yang bisa hampir sepenuhnya membuat lebih kedap laring dan trakea. Sumber infeksi sakit dan penyembuhan burung, yang menjadi operator berkepanjangan kedua virus (hingga 1-2 tahun). Dengan hal ini, stasioneritas tertentu diamati.

Dalam bentuk konjungtiva dari LT, mata basah, sekresi air mata dan edema dari sinus infraorbital diamati, terutama dalam infeksi yang rumit. Tanda-tanda klinis dan morfologi yang khas yang cukup untuk menganggap kehadiran LT. Diagnosis dikonfirmasi dengan deteksi badan inklusi intranuklear di trakea seluruh studi histologis pada tahap awal dari penyakit, studi serologi (VN, ELISA) dll LT harus dibedakan dari IB, infeksi SHS, M. synoviae dll Premises, terkontaminasi dengan virus LT, harus dibebaskan, dibersihkan, didesinfeksi dan menduduki lagi setelah 5-6 minggu. Vaksinasi burung terpengaruh dan ada dari tempat lain dari peternakan yang terinfeksi bisa melindungi dan menghentikan wabah berikutnya.
EDS adalah penyakit menular di ayam lapisan dimanifestasikan oleh penurunan cepat dalam produksi telur, kegagalan untuk mencapai produksi puncak, telur berbentuk tidak teratur, telur soka atau shell-kurang dan depigmentasi.

http://www.merckmanuals.com/

Agen etiologi adalah adenovirus grup III. Transmisi horisontal terjadi secara perlahan dalam sistem baterai dan cepat dalam sistem lantai perumahan. Tanda pertama adalah hilangnya pigmentasi telur, cepat diikuti dengan munculnya soka, shell-kurang telur cacat-shell. Jika telur yang rusak dibuang, yang tersisa tidak punya masalah dengan pemupukan dan menetas. Penurunan bisa terjadi tiba-tiba atau berkepanjangan.

Biasanya, itu berlangsung selama 4-10 minggu dan produksi telur berkurang sekitar 40%. Terlepas ovarium tidak aktif dan atrofi saluran telur, lesi lain tidak ditemukan. Replikasi virus pada sel epitel dari hasil kelenjar saluran telur dalam perubahan inflamasi dan dystrophi parah dalam mantel lendir.

Munculnya telur dengan gangguan kualitas dan produksi telur turun sugestif untuk EDS 76. Diagnosis didukung oleh beberapa studi serologi dan dikonfirmasi setelah isolasi dan identifikasi virus. Dalam banyak kasus, tidak ada antibodi yang terdeteksi dalam kawanan terinfeksi sampai produksi telur mendekati level antara 50% dan produksi puncak.
Fowl pox (FP) adalah penyakit virus pada ayam, kalkun dan banyak burung lainnya, ditandai dengan lesi kulit dan / atau lesi difteri mantel lendir dari saluran pencernaan dan pernapasan bagian atas. FP ditemui dalam bentuk baik kulit atau difteri atau keduanya. Dalam kebanyakan wabah, bentuk kulit yang berlaku. Lesi bervariasi sesuai dengan tahap perkembangan: papula, vesikel, pustula atau remah. Lesi biasanya terjadi di wilayah kepala.


http://thepoultryguide.com/


FP disebabkan oleh virus DNA epitheliotropic dari genus Avipox, keluarga Poxviridae. Beberapa jenis virus (strain) diantaranya: virus cacar unggas, kalkun cacar virus, merpati cacar virus, kenari virus cacar dll, berbeda dalam aspek patogen dan imunogenik. Virus sangat tahan terhadap faktor lingkungan dan bisa bertahan selama beberapa bulan.

Sering terjadi juga mukosa konjungtiva, terluka oleh virus cacar, merupakan pintu masuk untuk kontaminasi tambahan (£. Coli, Staphylococcus spp. Dll) dan pengembangan komplikasi. Infeksi ini disebarkan oleh penyebaran virus melalui deskuamasi remah yang mengandung itu. Beberapa nyamuk dan menyusui darah arthropoda juga bisa mendistribusikan virus. Nyamuk tetap infektif selama beberapa minggu. Masa inkubasi dari 4 sampai 10 hari. Penyakit ini menyebar perlahan dan berminggu-minggu bisa lulus antara kemunculannya dan terjadinya wabah parah.

Diphtheritic terlihat seperti plak keputihan atau kekuningan yang disimpan dan tumbuh di mantel lendir dari rongga bukal dan hidung, sinus, laring, faring, trakea atau esofagus (panah). Diagnosis dibuat pada lesi kulit dan difteri yang khas. Pencegahan ini dilakukan dengan vaksinasi yang dapat dilakukan pada usia berapa pun, jika perlu.
http://www.thepoultrysite.com/

Penyebab : Virus famili orthomyxoviridae 

Sumber infeksi : unggas piara, spesies unggas domestikasi yang lain, burung piara eksotik, unggas liar, hewan lain.

Tanda klinis : sangat bervariasi tergantung spesies, jenis kelamin, infeksi ikutan, virus yang menginfeksi, factor lingkungan dan sebagainya yaitu aktivitas menurun, konsumsi pakan menurun, emasiasi, ayam mengeram lebih lama, produksi telur menurun, gangguan pernapasan dari yang ringan sampai berat, batuk ,bersin lakrimasi yang berlebihan, sinusitis, bulu menggelapai, edema pada muka dan kepala, terdapat sianose pada kulit yang tidak berbulu, gangguan saraf dan diare.

Dari tanda klinis ini biasanya hanya salah satu tanda saja yang terlihat atau beberapa kombinasi. Pada kasus yang sangat cepat ayam-ayam mati tanpa tanda-tanda. Ayam sakit dalam keadaan komatose sering kepalanya menyentuh lantai.

Perubahan pasca mati : terlihat kongesti, hemoragi, transudatif dan perubahan nekrotik pada kulit, jengger, pial. Pada penyakit berlanjut organ-organ yang lain akan terkena sering terlihat bintik kuning abu-abu pada hati, limpa, ginjal dan paru-paru.

Diagnosa : Dengan pemeriksaan serologi dan virologi. Spesimen berupa swab trakea dan kloaka.

Diagnosa banding : ND, Chlamydia, Mycoplasmosis dan bakteri.

Pengendalian : Tidak ada pengobatan yang spesifik, semua pengobatan hanya menunjang secara alam untuk melegakan alat pernapasan. Pengobatan dengan antibiotik hanya untuk mencegah efek ikutan pada infeksi bakteri dan mycoplasma.
Infeksi Chiken Anemia Virus tidak di perhatikan secara fokus, karena sering terjadi kematian tinggi pada ayam yang terjangkit dan penyebarannya virus ini cepat meluas, pengunaan antibiotik tidak menunjukan perubahan yang signifikan, tahan terhadap pelarut lemak dan tidak mempunyai envelop.


http://www.thepoultrysite.com/

Penyebab
- Umumnya terjadi pada ayam berumur 3 minggu ke bawah dengan gejala anemia
- Kondisi imunosupresi dapat mereduksi efektifitas antibody induk
- Antibody induk melindungi DOC dari penyakit, tetapi tidak melindungi terhadap infeksi

Gejala
- Terlihat pada umur 10-14 hari pada doc
- Muka ayam pucat
- Tampak depresi dan mengantuk
- Terjadi gangguan feed intake (anoreksia)
- Terjadi pendarahan subcutan
- Mortalitas antara 5-10% dan bisa sampai 60%
- Sumsum tulang pucat dan berwarna kekuningan

Penanganan
- Vaksin indukan pada umur 9-12 minggu ,untuk vaksinasi pada ayam broiler tidak efektif karena kekebalan tubuh baru terbentuk pada umur di atas 2 minggu setelah di vaksin pada umur 7 hari.
- Afkir selektif
- Antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder
- Vitamin C untuk respon sistem imunitas (25mg/kg BB)
Penyakit ini hanya menyerang ayam.penyakit yang mirip di jumpai pada puyuh tetapi oleh virus yang berbeda.

http://keep-hens-raise-chickens.com/


Penyebab
Disebabkan oleh virus corona. Terjangkitnya ayam melalui udara yang mengandung partikel virus yang berasal dari  hidung dan tengorokan unggas yang terserang penyakit tersebut.

Gejala Klinis
- Serangan IB tergantung umur ayam,tingkat kekebalan tubuh,kondisi lingkungan kandang, dan adanya penyakit lain.
- Konsumsi pakan dan minum menurun
- Suara mencicit
- Susah bernafas
- Produksi telur menurun
- Saluran pencernaan tidak normal
- Kerabang telur menjadi kasar dan putih telur cair

Penularan
- Penyakit IB ini mudah menularan pada ayam sehat
- Melalui udara
- Ayam yang terinfeksi dan rodensia

Pencegahan
- Vaksinasi
- Sanitasi kandang
- Implementasi program biosecurity yang baik
- Pemberian antibiotik
Penyakit infectious stunting syndrome di sebut juga Malabsorption syndrom, sedangkan di Indonesia penyakit ini di kenal dengan penyakit Helikopter. Penyakit ISS ini menggangu efensiensi penyerapan zat-zat  makanan pada ayam yang terjangkit.

http://www.vetsoft.com.eg/

Penyebab
Virus Avian Calicivirus dari golongan Caliciviridae yang suka berada pada usus kecil

Penularan
- Melalui udara
- Air minum
- Kontak langsung dengan ayam yang terjangkit
- Peralatan kandang sekitar

Gejala 
- Bulu ayam tidak beraturan/tampak kusut
- Gangguan pada pertumbuhan ayam
- Distensi pada bagian perut
- Kelemahan pada tungkai

Pencegahan
Melakukan sanitasi kandang dan peralatan, serta memisahkan ayam yang terjangkit dari ayam sehat.

Pengobatan
Memberi antibiotik, untuk vaksin belum ada obat yang efektif.
Penyakit IBD menyerang kekebalan tubuh ayam, terutama pada bagian fibrikus dan tymus. Kedua bagian ini merupakan pertahan tubuh ayam. Kerusakan yang parah,antibody ayam tidak membentuk. Karena menyerang system kekebalan tubuh dan penyakit ini sering disebut AIDSnya ayam. Ayam yang terserang penyakit IBD ini menyerang gangguan syaraf ,diare, tubuh gemetar, bulu di sekitar anus kotor sampai penyakit IBD ini menyebabkan kematian ayam.

Penyakit virus ini dari Genus Avibirnavirus.virus ini dapat hidup di dalam tubuh ayam hingga 3 bulan, kemudian akan berkembang menjadi infeksi. IBD ini tidak tidak menyekbabkan kematian secara langsung pada ayam yang terjangkit, tetapi infeksi dari luar yang menyebabkan lebih cepatnya kematian ayam karena merusak system imun tubuh yang tidak bekerja.

http://en.engormix.com/

Gejala Penyakit
Nafsu makan berkurang
- Ayam tampak lesu dan mengantuk
- Bulu tampak kusam disertai dengan diare berlendir di sekeliling kloaka.
- Peradangan di daerah dubur dan kloaka. Sering kali ayam mematuki duburnya sendiri.

Selain itu penyakit IBD ini terbagi menjadi 2 yaitu Gumboro klinik dan Gumboro subklinik. Gumboro klinik menyerang anak aym berumur 3-7 minggu.  Pada fase ini serangan penyakit terhadap ayam hanya bersifat sementara antar 2-3 minggu. Gumboro subklinik menyerang anak ayam berumur 0-3 minggu. Penyakit pada umur ini sangat mematikan karena menyerang system kekebalan tubuh ayam dapat hilang secara permanen, sehingga ayam dengan mudah terserang infeksi sekunder.

Penularan
Melalui kontak langsung pada ayam, air minum,pakan, peralatan kandang dan udara .

Penanganan
Vaksinasi pada ayam , serta menjaga kebersihan lingkungan kandang
Swollen Head Syndrome (SHS) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh avian pneumovirus (APV). Serangan SHS sering di ikuti oleh infeksi bakteri, terutama escherechia coli. Penyakit ini ditandai dengan gangguan pernafasan, kebengkakan periocular, kebengkakan kepala dan penurunan produksi telur.

http://www.thepoultrysite.com/

Gejala Penyakit
Pada ayam broiler, SHS umumnya terlihat pada minggu ke 4 dengan gejala bersin, batuk dan berlimpahnya air mata pada ayam.
Pada ayam petelur, SHS umumnya saat permulaan produksi telur,di ikuti dengan penurunan produksi telur hingga 40% dan dapat naik hingga 60%. Mortalitas mencapai 13%, bila ada komplikasi dengan infeksi sekunder coliform dapat meningkat mencapai 20%.

Pengobatan
Memberikan vitamin, antibiotik dan menjaga kebersihan lingkungan kandang agar tidak terjangkit kembali.
Newcastle Disease disebabkan oleh virus yang termasuk dalam famili Paramyxoviridae, genus Paramyxovirus. Paramyxovirus mempunyai genom virus ssRNA berpolaritas negative, panjangnya 15-16 kb dan mempunyai kapsid simentris heliks tidak bersegmen, berdiameter 13-18nm. Genom virus Newcastle Disease membawa sandi untuk 6 protein virus yaitu protein L, Protein H (hemaglutinin), Protein F (fusi), Protein NP (nukleokapsid), protein P (Fosfoprotein), dan protein M (matik).

http://www.thepoultrysite.com/

Masa Inkubasi penyakit ini bervariasi: antara 1-15 hari, tergantung dari virus yang meginfeksi, umur dan status kekebalan ayam, infeksi dengan mikroorganisme lain, kondisi lingkungan, dan jalur penularan. Kejadian infeksi oleh virus Newcastle Disease (ND) terutama terjadi secara inhalasi.

Virus Newcastle Disease
Ayam yang pernah terinfeksi Newcastle Disease (ND) dan tidak mengalami kematian akan memiliki kekebalan selama 6-12 bulan terhadap ND. Demikian juga dengan kekbalan yang diperoleh dari vaksinasi. Sifat spesifik virus ND antara lain mempunyai kemampuan untuk mengaglutinasi dan melisikan eritrosit mamalia dan unggas lain serta reptilia. Virus Newcastle Disease bila di panaskan pada suhu 56 C akan kehilangan kemampuan untuk mengaglutinasi eritrosit ayam, karena protein hemaglutininnya rusak. Selain itu juga akan merusak infeksi dan imunogenesitas virus.

Gejala Klinis 
Penyakit Newcastle Disease beragam dalam hal keganasan klinis dan kemampuan menyebarnya. Padan sejumlah wabah khususnya pada ayam dewasa, gejala klinis mungkin minimum/ ringan. Gejala ringan ini tidak diikuti gangguan syaraf. Virus yang menyebabkan bentuk penyakit ini disebut lentogenik. Pada wabah lain, penyakti ini dapat mempunyai angka mortalitas sampai 25%, sering lebih tinggi pada unggas muda , virus yang demikian ini disebut mesogenik. Tipe mesogenik menimbulkan gangguan pernapasan antara lain sesak nafas, diare kehijauan, lesu, sesak nafas, megap-megap ngorok dan bersin. Ayam juga bisa mengalami kelumpuhan pada sebagian atau total. Kemampuan menyibak birus F merupakan faktor utama yang mempengaruhi virulensi.

Gejala klinis ND dibedakan menjadi 5 patotipe
1. betuk doyle merupakan bentuk per akut atau akut, menimbulkan kematian padan ayam segala umur dengan mortalitas 100%. Lesi mencari dengan adanya pendarahan pada saluran pencernaan. Bentuk ini disebabkan oleh virus strain velogenik. Penyakit ini terjadi secara tiba-tiba, ayam mati tanpa menunjukan gejala klinis, ayam kelihatan lesu, respirasi meningkat, jaringan sekitar mata bengkak, diare dengan feses hijau atau putih dapat bercampur darah, tortikolis, tremor otot, paralisa kaki dan sayap. (Alexander, 1991).
2. Bentuk Beach atau velogenic neitropic Newcastle disease (VVND) bersifat akut, menimbulkan gejala pernafasan dan syaraf, dan menimbulkan kematian ayam segala umur dengan angka mortalitas 50% pada ayam dewasa dan 90% pada ayam muda.
3. Bentuk Baudette, kurang ganas dibandingkan bentuk beach menyebabkan kematian pada ayam muda, bentuk ini di sebabkan oleh virus galur mesogenik. Pada ayam dewasa ditandai dengan penurunan produksi telur biasanya terjadi 1-3 minggu. (Beard dan hanson, 1984).
4. Bentuk Hitchner disebakan oleh virus ND galur lentogenik, gejala klinisnya bersifat ringan atau tidak tampak jelas, tidak menimbulkan kematian pada ayam dewasa dan biasanya dipakai sebagai vaksin.
5. Bentuk enteric asimptomatik merupakan bentuk yang tidak menujukan gejala klinis dan gambaran patologis, tetapi ditandai dengan infeksi usus oleh virus-virus galur lentogenik yang tidak menyebabkan penyakit.

Newcastle disease adalah penyaktit yang bersifat kompleks sehingga isolat strain virus berbeda dapat menimbulkan variasi yang besar dalam derivat keparahan dari penyakit, termasuk pada spesies yang sama.

Patogenis 
Ayam yang terinfeksi mempunyai peranan penting dalam penyebaran penyakit dan sebagai sumber infeksi. Pada mulanya virus bereplikasi pada epitel mukosa dari saluran pernafasan bagian atas dan saluran pencernaan, segera setelah infeksi virus menyebar lewat aliran darah ke ginjal dan sumsum tulang yang menyebabkan viremia skunder, ini menyebabkan infeksi pada organ seperti paru-paru, usus, dan system syaraf pusat. Kesulitan bernafas dan sesak nafas timbul akibat penyumbatan pada paru-paru dan kerusakan pada pusat pernafasan di otak.

Produksi antibody berlangsung dengan cepat. Antibody pemghambat hemaglutinasi dapat di amati di amati dalam waktu 4-6 hari setelah infeksi dan menetapselama paling tidak 2 tahun. Titer antibody penghambat hemaglunasi merupakan ukuran dari kekebalan. Antibody IgG yang terbatas dalam aliran darah tidak mampu mencegah infeksi pernafasan tetapi dapat mencegah viremia antibody 0 IgG yang di hasilkan secara local berperan penting dalam melindungi saluran pernafasan dan saluran pencernaan.

Perubahan pasca mati meliputi pendarahan ekimotok pada larings, trachea, esophagus, dan di sepanjang usus. Lesi histology yang paling menonjol adalah nekrosis terpusat pada mukosa usus dan jaringan limfe dan perubahan hyperemia di sebagian organ, termasuk otak.

Perubahan patologis:
1. Perubahan makroskopis
perubahan makroskopik biasanya erat hubungannya dengan galur dan tipe patologik dari virus ND, jenis unggas, faktor lingkungan, dan infeksi campuran dengan mikroorganisme lain. Perubahan makroskopik yang terlihat pada VVND bersifat oleh adanya nekrosis dan hemoragi pada saluran pencernaan meliputi proventikulus, ventrikulus dan berbagai bagian usus. Tidak di jumpai perubahan pada sistem syaraf, kadang-kadang juga pada saluran nafas. Jika ditemukan perubahan pada saluran nafas maka akan terlihat hemorhagi dan kongesti berat pada trakea. Penebalan kantong udara di sertai timbunan eksudat kataral sampai mengeju pada permukaanya. Organ reproduksi mengalami hemoragi dan perubahan warna menjadi lebih pucat.

2. Perubahan mikroskopis
Perubahan histopatologik yang ditimbulkan oleh Newcastle Disease (ND) juga berhubungan dengan jalur virus, rute infeksi, faktor lingkungan, ataupun infeksi campuran dengan mikroorganisme lainnya. Perubahan mikroskopik pada pembuluh darah meliputi hiperemi, edema, hemorrhagi, trombosis, dan nekrosis pembuluh darah. Pada infeksi sub akut dijumpai hiperplasia sel-sel reculohistiositik dan nekrosis multifokal pada hati. Nekrosis pada lymphaa. Degenerasi lymphocyt bursa fabricius. Nekrosis dan hemorragi pada usus. Kongesti dan infiltrasi sel radang pada trachea. Hemorragi dan edema pada bagian-bagian paru-paru. Perivascular cuffing sel limposit dan nekrosis dari neuron pada otak.

Diagnosis
Karena gejalanya tidak spesifikasi diagnosis harus dipastikan dengan isolasi virus dan serologi. Virus dapat diisolasi dari limpa, otak atau paru-paru melalui inokulasi alantois dari telur berembrio umur 10 hari, virus dibedakan dengan yang lainnya dengan mengunakan uji penghambatan serapan darah dan penghambatan hemaglutinasi. Penentuan virulensi sangat di perlukan untuk isolat lapangan. Sebagai tambahan atas indeks kerusakan syaraf dan rataan waktu kematian dari embrio  ayam, juga dipakai pembentukan plak dalam keadaan ada atau tidak adanya tripsin pada sel ayam, Uji penghambatan hemaglutinasi digunakan dalam diagnosis dan pemantauan penyakit Newcastle Disease kronis di negara tempat bentuk penyakit ini merupakan endemis.

Pengobatan dan Pencegahan
Pemberian antibiotic/ anti bakteri hanya berfungsi untuk mengobati infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri. Sanitasi/ desinfeksi diperlukan untukk mencegah meluasnya infeksi pada kandang/ flok lainnya.

Penyakit ini tidak dapar diobati. Oleh karena itu ayam yang sudah terserang sebaiknya cepat dimusnahkan karena dapat menulari ayam berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali.

Untuk pencegahan dapat dilakukan sanitasi kandang dan lingkugan (termasuk mencegah banyak tamu dan hewan liar masuk ke kadang). Peternakan hendaknya dikelola dengan baik sehingga menciptakan suasana kandang yang nyaman bagia ayam, misalnya kepadatan kandang mesti diperhatikan sehingga populasinya tidak terlalu padat dan juga ventilasi harus cukp.
author
Reyki Reyvalda
Sedikit bisa desain, resep mengbal, bageur, bener, pinter. Mau kaos hadé? Cék didieu lur!